Posts

Showing posts from February, 2022

Kaum-kaum Bangsa Arab

     Para Sejarawan membagi kaum-kaum Arab berdasarkan garis keturunan asal mereka menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Arab Ba'idah, yaitu kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka. Seperti Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Imlaq (bangsa Raksasa). 2. Arab 'Aribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut Arab Qahthaniyah. 3. Arab Musta'ribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Isma'il, yang disebut pula Arab Adnaniyah.     Tanah air Arab Aribah (kaum Qahthan) adalah negeri Yaman, lalu mereka berkembang menjadi beberapa kabilah dan anak kabilah (marga), yang terkenal darinya ada dua kabilah yaitu:     1. Himyar, anak kabilah yang paling terkenal adalah Zaid al-Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik.    2. Kahlan, anak kabilah yang paling terkenal adalah Hamadan, Anmar, Thayyi', Madzhaj, Kindah, Lakham, Judzam, Azd, Aus, Khazraj ...

Keutamaan Jazirah Arab

Kata arab العرب menggambarkan perihal padang pasir atau sahara, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanaman. Sejak periode-periode terdahulu, lafad العرب ini ditujukan kepada jazirah Arab, sebagaimana ia juga ditujukan kepada suatu kaum yang menempati tanah tersebut, lalu menjadikannya sebagai tanah air mereka. Jazirah Arab dari arah barat berbatasan dengan laut merah dan semenanjung gurun sinai. dari arah timur berbatasan dengan Teluk Arab dan bagian besar dari negeri Iraq Selatan. dari arah selatan berbatasan dengan Laut Arab yang merupakan perpanjangan dari samudera hindia. Dan dari arah utara berbatasan dengan wilayah Syam dan sebagian dari negeri Iraq. Luas tanah Arab diperkirakan antara 1.000.000 mil hingga 1.300.000 mil persegi atau setara dengan 1.600.000 kilometer persegi hingga 2.080.000 kilometer persegi. Jazirah Arab memiliki peran yang amat menentukan karena letak alami dan geografisnya. sedangkan dilihat dari kondisi internalnya, Jazirah Arab hanya dikelilingi...

Wasiat Rasulullah Kepada para Kepala Pasukan di Perang Mu'tah

    Dalam perang ini, Rasulullah SAW mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai panglima pasukan, seraya bersabda: " Apabila Zaid terbunuh maka Ja'far (yang mengambil alih) dan bila Ja'far terbunuh maka Abdullah bin Rawahah (yang mengambil alih). Kemudian beliau mengangkat panji berwarna putih dan memberikannya kepada Zaid bin Haritsah.     Beliau menyampaikan wasiat kepada mereka agar mendatangi tempat terbunuhnya al-Harits bin Umair dan menyeru penduduk di sana untuk masuk Islam. Apabila mereka menerima ajakan tersebut (maka itu yang diharapkan), dan kalau mereka menolak, maka harus diperangi dengan memohon pertolongan Allah terhadap mereka, untuk selanjutnya memerangi mereka. Beliau bersabda kepada mereka: " perangilah dengan Nama Allah, di jalan Allah, orang yang kufur kepada Allah, dan  janganlah kalian berbuat khianat dan mencuri harta rampasan (sebelum dibagi), janganlah membunuh anak-anak, kaum wanita, orang yang lanjut usia, dan orang yang menyepi di biaranya...

Sebab Perang Mu'tah

     Perang ini merupakan pendahuluan dan persiapan bagi penaklukkan negeri-negeri kaum Nashrani. Perang ini terjadi pada bulan Jumadil Ula tahun 8 H bertepatan dengan bulan Agustus atau September tahun 629 M.     Mu'tah adalah nama sebuah kampung di dataran rendah Provinsi Balqa' di Kerajaan Syam. Jarak antara tempat tersebut dengan Baitul Maqdis sekitar dua hari perjalanan.     Penyebab peperangan ini bermula ketika Rasulullah SAW mengutus Al-Harits bin Umair Al-Azdi guna menyampaikan surat beliau kepada Penguasa Bushra. Kemudian ia dihadang oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani yaitu seorang penguasa yang mendapat mandat dari Kaisar atas Provinsi Balqa' salah satu daerah Syam lalu diborgol, kemudian dihadapkan kepada Kaisar yag kemudian menebas lehernya.     Pembunuhan delegasi dan duta merupakan bentuk kriminal paling keji, setara bahkan melebihi pernyataan kondisi perang, sehingga ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW., beliau...