Mulai Hijrahnya Nabi Muhamad SAW.
Dalam kondisi rumah yang terkepung oleh kaum kafir Quraisy, Allah menolong dari kepungan itu. Allah menidurkan orang-orang kafir Quraisy sehingga memudahkan Nabi melewati mereka. Di tengah malam Nabi Muhamad SAW keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangan kaum kafir Quraisy. Nabi Muhamad SAW menemui Abu Bakar yang telah menunggu. Untuk mensiasati kejaran kaum kafir Quraisy Nabi Muhamad dan Abu Bakar tidak langsung menuju ke arah Madinah, namun Nabi dan Abu Bakar menuju ke arah selatan dari Mekah sedangkan Madinah ada di sebelah utara Mekah. Nabi Muhamad dan Abu Bakar menuju ke arah selatan dari Mekah dan singgah di sebuah gua bernama gua Tsur yang berjarak 6,36 KM arah selatan kota Mekah. Nabi singgah di gua Tsur selama 3 hari 3 malam menunggu keadaan aman dari kejara orang kafir. Pada malam ke 4, setelah usaha kaum kafir mulai menurun karena mengira Nabi Muhamad sudah sampai di Madinah, keluarlah Nabi Muhamad dan Abu Bakar dari pesembunyiannya.
![]() |
| foto jarak dari Mekah ke Gua Tsur tempat persembunyian Nabi Muhamad dan Abu Bakar saat hijrah ke Madinah |
Pada waktu itu Abdullah bin Uraiqit yang diperintahkan Abu Bakar tiba dengan membawa 2 ekor unta yang telah dipersiapkan sebelumnya. Nabi Muhamad dan Abu Bakar berangkat menuju Madinah menyusuri pantai laut merah, arah barat dari gua tsur dan Mekah kemudian menuju utara jalan yang tidak pernah ditempuh orang menuju Madinah.
![]() |
| foto jalur hijrah Nabi Muhamad dari Gua Tsur ke pantai laut merah untuk menuju ke Madinah |
Setelah 7 hari perjalanan, Nabi Muhamad dan Abu Bakar tiba di Quba, sebuah desa yang jaraknya 3,24 km dari Madinah. Di desa ini, Nabi Muhamad beristirahat selama beberapa hari. Mereka menginap di rumah Kultsum bin Hindun. Di halaman rumah ini, Nabi Muhamad membangun sebuah masjid yang kemudian terkenal sebagai masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhamad SAW. Tak lama kemudian, Ali menggabungkan diri dengan Nabi Muhamad SAW.
![]() |
| jarak masjid Quba dari Madinah |
![]() |
| kondisi masjid quba hari sekarang |
Sementara itu, penduduk Madinah telah menunggu kedatangan Nabi Muhamad. Berdasarkan perhitungan yang lazim dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah seharusnya sudah sampai di Madinah. Oleh sebab itu, penduduk Madinah pergi ke tempat-tempat tinggi memandang ke arah Quba menanti kedatangan Nabi Muhamad SAW.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Dengan perasaan bahagia, mereka mengelu-elukan kedatangan Nabi Muhamad SAW. Mereka berbaris di sepanjang jalan. Setiap orang ingin agar Nabi Muhamad singgah dan menginap di rumahnya. tetapi Nabi Muhamad hanya berkata: "Aku akan menginap di mana untaku berhenti, biarkanlah dia berjalan sekehendak hatinya". Ternyata unta Nabi Muhamad berhenti di tanah milik 2 anak yatim, yaitu Sahal dan Suhail, di depan rumah milik Abu Ayyub Al-Anshori. Dengan demikian Nabi Muhamad memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara. Tujuh bulan lamanya Nabi Muhamad menginap di rumah Abu Ayyub, sementara kaum muslimin bergotong royong membangun rumah untuk Nabi dan masjid Nabawi.
Sejak saat itu, Yatsrib diubah menjadi Madinatu Nabi (kota Nabi). Orang-orang sering pula menyebutnya Madinatul Munawaroh (kota yang bercahaya) karena ada seorang Nabi yang mulia di dalamnya dan dari sanalah Islam memancar ke seluruh dunia.




Comments