Persiapan Hijrah ke Madinah
A. Persiapan Hijrah ke Madinah
Nabi Muhamad diangkat sebagai Nabi dan Rasul di kota Mekah. Perjuangan Nabi Muhamad dalam dakwah secara terang-terangan terdengar hingga ke Madinah. Penduduk Madinah mulai tertarik dengan dakwah dan ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhamad dan para sahabatnya. Tidak ketinggalan pula ajaran Islam terdengar oleh tokoh-tokoh masyarakat Madinah, hal itulah yang menjadi titik awal hijrahnya Nabi Muhamad dan kaum muslimin ke Madinah. Selain itu, keselamatan Nabi Muhamad dan kaum muslimin menjadi faktor hijrah ke Madinah.
Kronologi awal hijrahnya Nabi Muhamad dan kaum muslimin.
1. Pada musim haji tahun 621 Masehi, datang delegasi dari Yatsrib terdiri dari 12 orang laki-laki dari suku Khazraj dan Aus. Mereka menemui Nabi Muhamad SAW di Aqobah. Mereka mereka menyatakan ikrar kesetiaan dan perjanjian. Perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Aqobah I.
2. Pada musim selanjutnya tahun 622 Masehi, datang delegasi dari Yatsrib berjumlah 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka menemui Nabi Muhamad SAW di Aqobah. Dalam rombongan ini, 12 orang laki-laki pada perjanjian Aqobah I juga turut hadir. Pada kesempatan ini, mereka memohon agar Nabi Muhamad SAW pindah ke Yatsrib. Mereka semua berjanji akan membela Nabi Muhamad SAW dari segala ancaman. Nabi Muhamad SAW menyetujui usul yang mereka ajukan. Perjanjian ini disebut Perjanjian Aqobah II.
3. Setelah perjanjian Aqobah, kekejaman kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin semakin meningkat. Hal itu membuat Nabi Muhamad SAW segera memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Setelah Nabi Muhamad memerintahkan hijrah, secara diam-diam berangkatlah rombongan demi rombongan yang terdiri dari dua atau tiga orang ke Yatsrib. Dalam waktu 2 bulan, hampir semua kaum muslimin yang berjumlah kurang lebih 150 orang berada di Yatsrib. Nabi Muhamad SAW, Abu Bakar dan Ali tetap tinggal di Mekah sampai Nabi Muhamad SAW menerima wahyu dari Allah untuk berhijrah.
Sebelum Nabi Muhamad Hijrah, kaum Quraisy berencana membunuh Nabi Muhamad SAW. Pembunuhan itu direncanakan melibatkan semua suku. Setiap suku diwakili oleh seorang pemudanya yang terkuat. Rencana itu terdengar oleh Nabi Muhamad SAW sehingga beliau merencanakan hijrah bersama sahabatnya, Abu Bakar. Abu Bakar diminta mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan. Sementara Ali bin Abi Tahlib diminta untuk menggantikan Nabi Muhamad menempati tempat tidurnya agar kaum kafir Quraisy mengira bahwa Nabi Muhamad masih tidur.
Comments