Sejarah Nabi Muhamad SAW periode Madinah
Pendahuluan Hijrah
Perjuangan Nabi Muhamad SAW dan sahabatnya dalam menyebarkan agama Islam secara terbuka (terang-terangan) rupanya terdengar oleh penduduk Yatsrib (sebelum diganti Madinah). Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab hijrahnya Nabi Muhamad SAW ke Yatsrib dan menjadi peletakan asas-asas masyarakat Islam.
Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhamad SAW sangat sedih ketika menyaksikan kehidupan umat Islam di Mekah yang penuh dengan ancaman dan teror dari orang-orang kafir. Semakin hari, teror dan ancaman itu semakin bertubi-tubi menghampiri umat Islam. Dari sinilah Nabi Muhamad SAW berpikir harus ada jalan keluar untuk mengatasi semuanya. Perjuangan untuk mewujudkan kehidupan yang mulia dan beradab harus terus berjalan, tidak boleh berhenti begitu saja.
Dalam situasi yang sulit dan mencekam tersebut, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhamad SAW dan kaum muslimin untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah). Hijrah merupakan titik pemisah antara masa dakwah di Mekah yang penuh dengan kesulitan dan masa dakwah di Madinah yang merupakan awal perjuangan Nabi Muhamad SAW menyebarkan Islam. Setelah berhijrah, Nabi Muhamad SAW berhasil membangun kota Madinah sebagai pusat pemerintahan dan penyebaran Islam. Islampun mencapai peradaban dan kemajuan dalam berbagai bidang hingga saat ini.
Hijrah mengandung makna perjuangan hidup yang harus dilakukan oleh setiap orang Islam untuk mempertahankan jati diri secara individual dan berkelompok. Dalam arti luas, hijrah berarti upaya berkelanjutan untuk melakukan perubahan dan peningkatan kualitas iman, Islam dan ihsan ke arah yang lebih baik.
Hijrah yang benar akan membawa pada kesuksesan yang luar biasa karena Allah Yang Maha Kuasa tidak akan segan-segan membantu semua hamba-Nya yang berhijrah menuju kepada kebaikan. Untuk itu jangan pernah ragu untuk melakukan perjalanan hijrah dari keburukan menuju kebaikan.
Comments