Strategi Dakwah Nabi Muhamad SAW Periode Madinah
Setelah lolos dari kejaran kaum kafir Quraisy, akhirnya Nabi Muhamad dan Abu Bakar sampai di Madinah. Dari sinilah Islam mulai mempunyai kekuatan, negara kecil Madinah kian menjadi terpandang oleh seluruh dunia saat itu. Dari Madinahlah kaum muslimin menyebarkan Islam, menerapkan hukum-hukum Islam, dan mulai berdiplomatik dengan negara-negara lain seperti Persia, Roma, Mesir, Syam, China. Semua itu tidak berjalan dengan sendirinya, namun Nabi Muhamad mempunyai strategi dakwah yang dapat diterima dengan baik oleh semua orang. Berikut strategi dakwah yang dijalankan Nabi Muhamad SAW dan kaum muslimin.
1. Membangun Masjid
Masjid pertama yang dibangun Nabi Muhamad SAW adalah masjid Quba. Masjid ini dibangun pada 1 H atau 622 M di Desa Quba, sebuah tempat yang berjarak 3,24 KM dari Madinah. Masjid ini dibangun Nabi ketika dalam persinggahan selama 4 hari saat hijrah menuju Madinah di atas tanah milik Kultsum bin Hindun dari kabilah Amir bin Auf. Masjid ini dibangun sebagai wujud syukur kepada Allah telah menyelamatkan dirinya dan Abu Bakar dan sampai kepada titik awal kejayaan Islam, kemudia Nabi dan Abu Bakar shalat di masjid Quba ini. Di masjid Quba inilah shalat berjamaah pertama kali dilakukan. Pada awal pembangunannya, masjid Quba menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsho, Palestina) karena waktu itu Baitul Maqdis adalah kiblat kaum muslimin. Karena Nabi selalu meminta kepada Allah agar kiblat kaum muslimin pindah ke ka'bah, maka Allah mengabulkan doa Nabi dan kiblat kaum muslimin pindah ke ka'bah. Masjid Quba ini tertulis di dalam Q.S. At-Taubah ayat 108 yang menyebutkan masjid Quba dibangun atas dasar taqwa.
Setelah membangun masjid Quba, kemudian Nabi Muhamad membangun Masjid Nabawi untuk mempersatukan kaum Anshar (muslim pribumi Madinah) dan kaum muhajirin (muslim yang datang dari Mekah), mempersatukan seluruh masyarakat Madinah, membangun pertahanan bersama, dan mempertahankan diri dari serangan orang Quraisy Mekah melalui jihad.
Masjid merupakan tempat dakwah pertama yang dibina Nabi Muhamad SAW setibanya di Madinah. Masjid menjadi pusat nadi pergerakan Islam yang menghubungkan manusia dan penciptanya serta manusia dengan manusia. Masjid menjadi lambang akidah umat Islam atas keyakinan tauhid mereka kepada Allah SWT. Masjid juga menjadi pusat pergerakan umat Islam, pusat dakwah, pusat berbagi persoalan dalam masyarakat, mulai dari tentang aqidah, ibadah, muamalah, ekonomi, politik, ilmu bahasa, ilmu sastra, ilmu perang, ilmu bela diri dan ilmu diplomasi.
2. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar
Nabi Muhamad SAW megeratkan hubungan di antara kaum muhajirin dan kaum Anshar dengan tujuan mempersatukan persaudaraan dalam Islam. Hubungan persaudaraan ini didasarkan pada kesatuan cinta kepada Allah SWT serta pegangan akidah tauhid yang sama.
Persaudaraan ini membuktikan kekuatan kaum muslimin melalui pengorbanan yang besar sesama mereka tanpa melihat suku, pangkat dan jabatan. Persaudaraan Muhajirin dan Anshar ini juga menghilangkan api permusuhan suku Aus dan Khazraj.
Strategi Nabi Muhamad SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar untuk mengikat setiap pemeluk Islam yang terdiri dari berbagai macam suku dan kabilah ke dalam satu ikatan masyarakat yang kuat, senasib, seperjuangan dengan semangat persaudaraan Islam. Nabi Muhamad mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah ibnu Zuhair Ja'far, Umar bin Khatab dengan Ibnu bin Malik, dan Abdurrahman bin Auf dengan Sa'ad bin Rabi.
3. Piagam Madinah
Piagam Madinah atau Ash-Shahifatul Madaniyah juga dikenal dengan konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhamad yang merupakan perjanjian resmi antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting yang ada di Madinah pada tahun 622 M. Dokumen itu disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani Aus dan Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak dan kewajiban bagi kaum muslim, kaum Yahudi, dan kelompok-kelompok lain di Madinah, sehingga membuat mereka menjadi satu kesatuan masyarakat yang disebut ummah.
Di antara pokok isi Piagam Madinah adalah sebagai berikut:
- Orang-orang muslim, baik dari Quraisy (Mekah), Madinah, atau pendatang yang ikut dengan umat Islam Mengikuti mereka (umat Islam Quraisy dan Madinah), dan ikut berjuang di jalan Allah dengan mereka, maka mereka adalah satu umat.
- Seluruh umat Islam satu sama lain harus saling membantu dalam masalah Dliyah (tebusan karena membunuh), orang yang tidak mampu (lemah) dengan cara yang baik dan adil.
- Orang-orang Islam tidak boleh membiarkan saudaranya yang terbebani hutang
- Orang-orang beriman dan bertakwa untuk bersatu dalam mengambil keputusan kepada orang yang berbuat dhalim atau berbuat kerusakan yang besar
- Orang Islam tidak boleh membunuh orang Islam lainnya demi membantu orang kafir
- Yang kuat membantu yang lemah, yang tinggi jabatannya membantu yang rendah jabatannya, muslim satu dangan yang lainnya saling menolong
- Orang beriman tidak boleh melakukan atau membantu atau melindungi orang berbuat kerusakan, kejahatan dia akan mendapat laknat dari Allah SWT sampai hari kiamat
itulah poin-poin penting isi piagam Madinah yang disusun oleh Nabi dan disepakati oleh seluruh orang-orang yang tinggal di Madinah, baik dari kaum Anshar maupun Muhajirin, Yahudi atau Nashrani. Penjelasannya klik di sini
4. Membangun Kekuatan Militer
Membangun angkatan perang merupakan salah satu strategi dakwah Nabi Muhamad SAW di Madinah untuk memperluas penyebaran Islam ke seluruh dunia. Namun angkatan perang merupakan titik paling akhir untuk penyebaran Islam hal yang pertama adalah dakwah dengan nasihat-nasihat yang logis dan sesuai kemanusiaan.
Namun kekuatan militer yang dibangun Nabi Muhamad SAW dan kaum muslimin Madinah, mampu menaklukkan orang kafir Mekah pada saat perang Badar dan akhirnya kaum muslimin dapat mengambil alih kota Mekah pada peristiwa Fathul Makkah (Pembebasan kota Mekah) bebas dari kemusyrikan, kedholiman, Pembunuhan, perjudian. Karena pada waktu itu kota Mekah ada tradisi membunuh anak perempuan karena dianggap aib oleh kaumnya. Disitulah Islam menghapus tradisi itu di Mekah.
Nah itulah sedikitnya ada 4 strategi dakwah Islam yang dilakukan Nabi dan kaum muslimin di Madinah.
Comments