Nama-nama Kitab Allah dan Rasul yang Menerimanya
Kitab-kitab Allah yang wajib kita yakini ada empat, yaitu:
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat diwahyukan Allah kepada Nabi Musa a.s. di bukit Tursina (Mesir) sekitar abad ke 12 Sebelum Masehi. Kitab Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Musa a.s. untuk pedoman hidup bagi Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub). Pokok ajaran kitab Taurat adalah tentang akidah (tauhid) dan hukum-hukum syari'at.
Allah SWT berfirman:
Artinya: "Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para Nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadap-Nya...." (Q.S. Al-Maidah : 44)
2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diwahyukan Allah kepad Nabi Daud a.s. sekitar abad ke 10 SM. di daerah Yerusalem (Palestina). Pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang dzikir, nasihat, dan hikmah, tidak memuat hukum-hukum syari'at. Kitab Zabur merupakan petunjuk bagi umat Nabi Daud a.s. agar bertauhid kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
Artinya: "Dan Tuhan-Mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud". (Q.S. Al-Isro': 55)
3. Kitab Injil
Kitab Injil diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Isa a.s. sekitar abad pertama Masehi di daerah Yerusalem. Kitab Injil menjadi pedoman bagi kaum Nabi Isa yang termasuk kaum Bani Israil agar melaksanakan hukum-hukum Allah SWT. Pokok ajaran kitab Injil sama dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, namun sebagian menghapus hukum-hukum yang tertera dalam kita Taurat yang tidak sesuai pada zaman itu.
Allah SWT berfirman:
Artinya: " Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa Putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa". (Q.S. Al-Isro':46)
4. Kitab Al-Qur'an
Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhamad SAW pada abag ke 6 M. di dua kota, yaitu kota Mekah dan Madinah (Arab Saudi). Al-Quran membahas tentang akidah, hukum-hukum syari'at dan muamalat. Sebagian isinya menghapus sebagian syari'at yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan hukum syari'at yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang masa, berlaku bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman, serta pedoman dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dni agar tercapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, umat Islam wajib meyakini kebenaran Al-Quran dengan sepenuh hati.
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat diwahyukan Allah kepada Nabi Musa a.s. di bukit Tursina (Mesir) sekitar abad ke 12 Sebelum Masehi. Kitab Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Musa a.s. untuk pedoman hidup bagi Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub). Pokok ajaran kitab Taurat adalah tentang akidah (tauhid) dan hukum-hukum syari'at.
Allah SWT berfirman:
Artinya: "Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para Nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadap-Nya...." (Q.S. Al-Maidah : 44)
2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diwahyukan Allah kepad Nabi Daud a.s. sekitar abad ke 10 SM. di daerah Yerusalem (Palestina). Pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang dzikir, nasihat, dan hikmah, tidak memuat hukum-hukum syari'at. Kitab Zabur merupakan petunjuk bagi umat Nabi Daud a.s. agar bertauhid kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
Artinya: "Dan Tuhan-Mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud". (Q.S. Al-Isro': 55)
3. Kitab Injil
Kitab Injil diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Isa a.s. sekitar abad pertama Masehi di daerah Yerusalem. Kitab Injil menjadi pedoman bagi kaum Nabi Isa yang termasuk kaum Bani Israil agar melaksanakan hukum-hukum Allah SWT. Pokok ajaran kitab Injil sama dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, namun sebagian menghapus hukum-hukum yang tertera dalam kita Taurat yang tidak sesuai pada zaman itu.
Allah SWT berfirman:
Artinya: " Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa Putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa". (Q.S. Al-Isro':46)
4. Kitab Al-Qur'an
Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhamad SAW pada abag ke 6 M. di dua kota, yaitu kota Mekah dan Madinah (Arab Saudi). Al-Quran membahas tentang akidah, hukum-hukum syari'at dan muamalat. Sebagian isinya menghapus sebagian syari'at yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan hukum syari'at yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang masa, berlaku bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman, serta pedoman dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dni agar tercapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, umat Islam wajib meyakini kebenaran Al-Quran dengan sepenuh hati.
Artinya: "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, (sebagai) petunjuk bagi mereka yang bertakwa". (Q.S. Al-Bqoroh: 2)
Selain 4 kitab tersebut, Allah SWT juga telah menurunkan suhuf. Suhuf berasal dari kata shahifah yang artinya lembaran wahyu Allah SWT. Suhuf yang diturunkan Allah SWT kepada para Nabi berjumlah 100 suhuf.
Di antara nabi-nabi yang meneriman suhuf adalah sebagai berikut:
1. Nabi Syis a.s. (Putera nabi Adam) menerima 50 suhuf
2. Nabi Idris a.s. menerima 30 suhuf
3. Nabi Ibrahim a.s. menerima 10 suhuf
4. Nabi Musa a.s. menerima 10 suhuf di luar kitab Taurat yang diterimanya.
Artinya: "Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa". (Q.S. Al-a'la : 18-19)





Comments