Posts

Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil

Image
  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt, sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)  Ayat di atas menegaskan bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt semata, bukan karena kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau duniawi harus dikesampingkan dalam menegakkan keadilan. Bahkan jika kita bersaksi untuk kepentingan kerabat dekat, maka kita pun harus bersaksi ...

Adil

     Adil berarti memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa. Ajaran Islam menjunjung tinggi azas keadilan. Hal ini bisa difahami karena Islam membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Oleh karena itu setiap muslim wajib menegakkan keadilan dalam posisi apapun. Apalagi seorang muslim yang menjadi polisi, jaksa, hakim atau aparat hukum lainnya harus menegakkan keadilan tanpa memandang suku, agama, status sosial, pangkat maupun jabatan. Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin akan terwujud apabila setiap muslim menegakkan keadilan. Dalam sebuah hadits riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan ‘Arrahman. zaitu, orang-orang ...

Jujur

     Setiap orang mendambakan keluarga harmonis dan penuh ketenangan. Kehidupan keluarga akan harmonis jika masing-masing anggota keluarga saling menghargai dan berperilaku jujur. Kejujuran dalam keluarga merupakan pondasi awal bagi kelangsungan kehidupan di masyarakat. Masing-masing anggota keluarga berperilaku jujur satu sama lain, dalam arti berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Orang tua berkata jujur kepada anak-anaknya. Demikian pula anak berkata jujur kepada orang tua. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika masing-masing anggota keluarga tidak jujur?. Tentu akan terjadi pertengkaran dan perselisihan. Benih permusuhan akan muncul dari perilaku tidak jujur.       Anggota keluarga, baik itu ayah, ibu, adik maupun kakak memiliki hak dan tanggung jawab masing-masing. Mereka butuh kerjasama dan kekompakan dari masing-masing anggota keluarga. Kerjasama dan kekompakan ini dapat terwujud jika masing-masing berperilaku jujur. Sebagai anak ...

Dasar-Dasar Hukum Perintah Bersuci

Ayo kita cermati dengan seksama, dan temukan persamaan dan berbedaan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis dibawah ini: a) Allah Swt. berfirman: وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ”Dan bersihkanlah pakaianmu” QS. Al-Mudatstsir (74): 4 b) Dan Firman Allah Swt. : وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".   c) Nabi Muhammad Saw bersabda: Artinya: “Apabila kamu datang ke tempat saudara-saudara kamu, hendaklah kamu perintah atau perbaiki kendaraan-kendaraan dan pakaian...

Pengertian Najis

     Menurut bahasa Najis berasal dari bahasa Arab, yaitu an-najsu atau an-najisu النجس yang berarti kotor atau menjijikkan, tidak bersih atau tidak suci baik yang bersifat hissiyah maupun ma’nawiyah. Najis yang bersifat hissiyah adalah najis yang terlihat oleh mata dan dirasa oleh panca indra seperti jilatan anjing, kotoran manusia atau hewan,kencing, darah haid dan nifas. Najis yang bersifat maknawiyah adalah najis yang menodai akidah sehingga tidak dapat dilihat oleh manusia seperti Syirik dan kufur.       Menurut istilah, najis bisa diartikan suatu benda yang mengotori pakaian atau badan kita yang menghalangi sahnya ibadah kita kepada Allah. Najis adalah kotoran yang wajib oleh seorang yang terkena olehnya.       Menurut Ilmu fiqih merupakan benda yang haram disentuh secara mutlak (kecuali dalam keadaan darurat) dan harus dibersihkan apabila terkena benda najis. Najis harus dibersihkan karena menghalangi sahnya ibadah.

Terjemahan Q.S. Asy-Syams ayat 1 - 10

Q.S. As-Syams terdiri dari 15 ayat وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا 1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا 2. dan bulan apabila mengiringinya, وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا 3. dan siang apabila menampakkannya, وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا 4. dan malam apabila menutupinya, وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا 5. dan langit serta pembinaannya, وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا 6. dan bumi serta penghamparannya, وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا 7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا 9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا 10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا 11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا 12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, فَقَالَ لَهُمْ رَسُ...

Kisah orang Shaleh menjadi penghuni neraka akibat minuman keras

 Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Barseso. Dia beribadah di suraunya selama tujuh puluh tahun dan tdak pernah bermaksiat sedikitpun. Lalu iblis ingin menggoda dengan tpu muslihatnya, maka pada suatu saat dia mengumpulkan para pembesar setan dan berkata, ͞Adakah di antara kalian yang mampu menghancurkan keimanan Barseso͍͟ Setan puth berkata kepada Iblis, ͞Saya sanggup merusaknya.͟ Lalu ia berangkat ke tempat Barseso dengan mengenakan pakaian ulama serta mengenakan sorban di atas kepalanya.      Setan mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi tamu dan menyapa Barseso. Barseso tdak bergeming, dia tetap melanjutkan ibadahnya. Tatkala setan tak mampu mengambil perhatan Barseso, maka dia berpurapura beribadah di teras surau itu. Maka setelah Barseso selesai dari ibadahnya, dan ingin beranjak keluar, dia melihat di teras surau ada seseorang yang tampil sepert ulama yang sedang beribadah dengan khusyuk. Lalu Berseso b...