Posts

Marga kahlan yang meninggalkan Yaman

 1. Azd , mereka meninggalkan Yaman setelah mengikuti pendapat pemuka dan sesepuh mereka, Imran bin Amr Muzaiqiya'. Mereka berpindah-pindah di negeri Yaman dan mengirim para pemandu, lalu menempuh arah utara dan timur. Berikut rincian tempat-tempat yang terakhir pernah mereka tinggali setelah perjalanan mereka tersebut:      Tsa'labah bin Amr dari al-Azd pindah menuju Hijaz, lalu menetap di antara (tempat yang bernama) Tsa'labiyah dan Dziqar. Setelah anaknya dewasa dan kekuasaannya menguat, dia beranjak menuju Madinah, menetap dan bertempat tinggal di sana. Di antara anak keturunan Tsa'labah ini adalah Aus dan Khazraj, yaitu dua orang anak dari Haritsah bin Tsa'labah.     Di antara keturunan mereka tersebut ada yang berpindah dan menetap di kawasan Hijaz, yaitu Haritsah bin Amr (dialah Khuza'ah) dan anak keturunannya, hingga kemudian singgah di Marr azh-Zhahran, lalu menguasai tanah suci dan mendiami Makkah serta mengekstradisi penduduk aslinya, suku-suku J...

Kaum-kaum Bangsa Arab

     Para Sejarawan membagi kaum-kaum Arab berdasarkan garis keturunan asal mereka menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Arab Ba'idah, yaitu kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka. Seperti Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Imlaq (bangsa Raksasa). 2. Arab 'Aribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut Arab Qahthaniyah. 3. Arab Musta'ribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Isma'il, yang disebut pula Arab Adnaniyah.     Tanah air Arab Aribah (kaum Qahthan) adalah negeri Yaman, lalu mereka berkembang menjadi beberapa kabilah dan anak kabilah (marga), yang terkenal darinya ada dua kabilah yaitu:     1. Himyar, anak kabilah yang paling terkenal adalah Zaid al-Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik.    2. Kahlan, anak kabilah yang paling terkenal adalah Hamadan, Anmar, Thayyi', Madzhaj, Kindah, Lakham, Judzam, Azd, Aus, Khazraj ...

Keutamaan Jazirah Arab

Kata arab العرب menggambarkan perihal padang pasir atau sahara, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanaman. Sejak periode-periode terdahulu, lafad العرب ini ditujukan kepada jazirah Arab, sebagaimana ia juga ditujukan kepada suatu kaum yang menempati tanah tersebut, lalu menjadikannya sebagai tanah air mereka. Jazirah Arab dari arah barat berbatasan dengan laut merah dan semenanjung gurun sinai. dari arah timur berbatasan dengan Teluk Arab dan bagian besar dari negeri Iraq Selatan. dari arah selatan berbatasan dengan Laut Arab yang merupakan perpanjangan dari samudera hindia. Dan dari arah utara berbatasan dengan wilayah Syam dan sebagian dari negeri Iraq. Luas tanah Arab diperkirakan antara 1.000.000 mil hingga 1.300.000 mil persegi atau setara dengan 1.600.000 kilometer persegi hingga 2.080.000 kilometer persegi. Jazirah Arab memiliki peran yang amat menentukan karena letak alami dan geografisnya. sedangkan dilihat dari kondisi internalnya, Jazirah Arab hanya dikelilingi...

Wasiat Rasulullah Kepada para Kepala Pasukan di Perang Mu'tah

    Dalam perang ini, Rasulullah SAW mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai panglima pasukan, seraya bersabda: " Apabila Zaid terbunuh maka Ja'far (yang mengambil alih) dan bila Ja'far terbunuh maka Abdullah bin Rawahah (yang mengambil alih). Kemudian beliau mengangkat panji berwarna putih dan memberikannya kepada Zaid bin Haritsah.     Beliau menyampaikan wasiat kepada mereka agar mendatangi tempat terbunuhnya al-Harits bin Umair dan menyeru penduduk di sana untuk masuk Islam. Apabila mereka menerima ajakan tersebut (maka itu yang diharapkan), dan kalau mereka menolak, maka harus diperangi dengan memohon pertolongan Allah terhadap mereka, untuk selanjutnya memerangi mereka. Beliau bersabda kepada mereka: " perangilah dengan Nama Allah, di jalan Allah, orang yang kufur kepada Allah, dan  janganlah kalian berbuat khianat dan mencuri harta rampasan (sebelum dibagi), janganlah membunuh anak-anak, kaum wanita, orang yang lanjut usia, dan orang yang menyepi di biaranya...

Sebab Perang Mu'tah

     Perang ini merupakan pendahuluan dan persiapan bagi penaklukkan negeri-negeri kaum Nashrani. Perang ini terjadi pada bulan Jumadil Ula tahun 8 H bertepatan dengan bulan Agustus atau September tahun 629 M.     Mu'tah adalah nama sebuah kampung di dataran rendah Provinsi Balqa' di Kerajaan Syam. Jarak antara tempat tersebut dengan Baitul Maqdis sekitar dua hari perjalanan.     Penyebab peperangan ini bermula ketika Rasulullah SAW mengutus Al-Harits bin Umair Al-Azdi guna menyampaikan surat beliau kepada Penguasa Bushra. Kemudian ia dihadang oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani yaitu seorang penguasa yang mendapat mandat dari Kaisar atas Provinsi Balqa' salah satu daerah Syam lalu diborgol, kemudian dihadapkan kepada Kaisar yag kemudian menebas lehernya.     Pembunuhan delegasi dan duta merupakan bentuk kriminal paling keji, setara bahkan melebihi pernyataan kondisi perang, sehingga ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah SAW., beliau...

Abdullah bin Abbas r.a. (Ibnu Abbas)

Abdullah bin Abbas r.a. adalah anak dari Abbas bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf, Paman Nabi Muhammad SAW. Ibunya bernama Ummul Fadl Lubabah binti Al-Harits Al-Hilaliyah.  Abdulllah bin Mas'ud r.a. mengakui kepiawaian Ibnu Abbas r.a. dengan mengatakan, "Penafsir Al-Qur'an yang paling baik adalah Ibnu Abbas r.a. Jika dia berumur seperti kita, niscaya tidak ada seroang dari kita yang ilmunya mencapai sepersepuluh dari ilmunya.

Kejujuran Seorang Wanita Salihah

    Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat. “ Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air, ” kata sang ibu. “ Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air, ” jawab sang anak. “ Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya ,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.  “ Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya, ” tegas si anak menolak.      Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, be...