Posts

Peristiwa yang Terjadi Setelah Hijrah ke Madinah

Image
Sejak hijrah ke Madinah, selama kurang lebih 10 tahun, Nabi SAW. dan para sahabat berdakwah kepada penduduk Madinah tanpa mengenal lelah dan tidak pernah putus asa. Kebanyakan penduduk Madinah, terutama suku Aus dan Khazraj, menerima dakwah Nabi SAW tersebut. Rintangan yang harus dihadapi Nabi SAW berasal dari orang-orang Yahudi yang tidak senang dengan keberhasilan dakwah Rasulullah SAW. Kaum Yahudi berani melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya dengan kaum muslimin. Salah seorang Yahudi munafik yang tidak senang adalah Abdullah bin Ubay. Ia selalu melaporkan kegiatan Nabi SAW di Madinah kepada kaum kafir Quraisy di Mekah sehingga pada masa-masa kemudian menyebabkan banyak peperangan yaitu: 1. Perang Badar Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadlan tahun 2 H bertepatan dengan tanggal 8 Januari 623 M. Perang terjadi di dekat sebuah sumur milik Badar yang terletak antara Mekah dan Madinah. Peperangan ini disebut dengan Perang Badar karena sesuai dengan pemilik su...

Strategi Dakwah Nabi Muhamad SAW Periode Madinah

Setelah lolos dari kejaran kaum kafir Quraisy, akhirnya Nabi Muhamad dan Abu Bakar sampai di Madinah. Dari sinilah Islam mulai mempunyai kekuatan, negara kecil Madinah kian menjadi terpandang oleh seluruh dunia saat itu. Dari Madinahlah kaum muslimin menyebarkan Islam, menerapkan hukum-hukum Islam, dan mulai berdiplomatik dengan negara-negara lain seperti Persia, Roma, Mesir, Syam, China. Semua itu tidak berjalan dengan sendirinya, namun Nabi Muhamad mempunyai strategi dakwah yang dapat diterima dengan baik oleh semua orang. Berikut strategi dakwah yang dijalankan Nabi Muhamad SAW dan kaum muslimin. 1. Membangun Masjid Masjid pertama yang dibangun Nabi Muhamad SAW adalah masjid Quba. Masjid ini dibangun pada 1 H atau 622 M di Desa Quba, sebuah tempat yang berjarak 3,24 KM dari Madinah. Masjid ini dibangun Nabi ketika dalam persinggahan selama 4 hari saat hijrah menuju Madinah di atas tanah milik Kultsum bin Hindun dari kabilah Amir bin Auf. Masjid ini dibangun sebagai wujud syukur...

Mulai Hijrahnya Nabi Muhamad SAW.

Image
Dalam kondisi rumah yang terkepung oleh kaum kafir Quraisy, Allah menolong dari kepungan itu. Allah menidurkan orang-orang kafir Quraisy sehingga memudahkan Nabi melewati mereka. Di tengah malam Nabi Muhamad SAW keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangan kaum kafir Quraisy. Nabi Muhamad SAW menemui Abu Bakar yang telah menunggu. Untuk mensiasati kejaran kaum kafir Quraisy Nabi Muhamad dan Abu Bakar tidak langsung menuju ke arah Madinah, namun Nabi dan Abu Bakar menuju ke arah selatan dari Mekah sedangkan Madinah ada di sebelah utara Mekah. Nabi Muhamad dan Abu Bakar menuju ke arah selatan dari Mekah dan singgah di sebuah gua bernama gua Tsur yang berjarak 6,36 KM arah selatan kota Mekah. Nabi singgah di gua Tsur selama 3 hari 3 malam menunggu keadaan aman dari kejara orang kafir. Pada malam ke 4, setelah usaha kaum kafir mulai menurun karena mengira Nabi Muhamad sudah sampai di Madinah, keluarlah Nabi Muhamad dan Abu Bakar dari pesembunyiannya. foto ja...

Khabar Muqoddam dan Mubtada' Muakhor

Image
A. Pengertian Khabar Muqoddam dan Mubtada' Muakhor Khobar Muqodam adalah khobar yang di awal kalimat. Sedangkan Mubtada' Muakhor adalah mubtada setelah khobar muqodam. Dalam tata bahasa Arab, biasanya mubtada' selalu di awal kalimat. Tapi tidak seperti itu, tata bahasa Arab juga mubtada bisa  berada di setelah khobarnya. B. Syarat Khobar Muqodam khobar (خَبَرْ) muqodam wajib berada di awal kalimat jika khobar tersebut bersifat nakiroh (نَكِرَةٌ = bersifat masih umum), tidak diikuti alif lam (ال), dan terdapat dhorof (ظَرْفْ = keterangan) atau huruf jar. Contoh mubtada' dan khobar: contoh kalimat di atas adalah jumlah ismiyah yang mubtada'nya di depan kemudian dilanjutkan dengan khobar. Jika diubah ke dalam jumlah ismiyah mubtada' mu'akhor dan khobar muqodam, maka menjadi sebagai berikut: Perhatikan tabel berikut: tabel di atas adalah contoh jumlah ismiyah yang khobarnya didahulukan (khobar muqodam) dan mubtada'nya diakhirkan (mu...

Persiapan Hijrah ke Madinah

A. Persiapan Hijrah ke Madinah Nabi Muhamad diangkat sebagai Nabi dan Rasul di kota Mekah. Perjuangan Nabi Muhamad dalam dakwah secara terang-terangan terdengar hingga ke Madinah. Penduduk Madinah mulai tertarik dengan dakwah dan ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhamad dan para sahabatnya. Tidak ketinggalan pula ajaran Islam terdengar oleh tokoh-tokoh masyarakat Madinah, hal itulah yang menjadi titik awal hijrahnya Nabi Muhamad dan kaum muslimin ke Madinah. Selain itu, keselamatan Nabi Muhamad dan kaum muslimin menjadi faktor hijrah ke Madinah. Kronologi awal hijrahnya Nabi Muhamad dan kaum muslimin. 1. Pada musim haji tahun 621 Masehi, datang delegasi dari Yatsrib terdiri dari 12 orang laki-laki dari suku Khazraj dan Aus. Mereka menemui Nabi Muhamad SAW di Aqobah. Mereka mereka menyatakan ikrar kesetiaan dan perjanjian. Perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Aqobah I. 2. Pada musim selanjutnya tahun 622 Masehi, datang delegasi dari Yatsrib berjumlah 73 orang laki...

Sejarah Nabi Muhamad SAW periode Madinah

Pendahuluan Hijrah Perjuangan Nabi Muhamad SAW dan sahabatnya dalam menyebarkan agama Islam secara terbuka (terang-terangan) rupanya terdengar oleh penduduk Yatsrib (sebelum diganti Madinah). Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab hijrahnya Nabi Muhamad SAW ke Yatsrib dan menjadi peletakan asas-asas masyarakat Islam. Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhamad SAW sangat sedih ketika menyaksikan kehidupan umat Islam di Mekah yang penuh dengan ancaman dan teror dari orang-orang kafir. Semakin hari, teror dan ancaman itu semakin bertubi-tubi menghampiri umat Islam. Dari sinilah Nabi Muhamad SAW berpikir harus ada jalan keluar untuk mengatasi semuanya. Perjuangan untuk mewujudkan kehidupan yang mulia dan beradab harus terus berjalan, tidak boleh berhenti begitu saja. Dalam situasi yang sulit dan mencekam tersebut, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhamad SAW dan kaum muslimin untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah). Hijrah merupakan titik pemisah antara masa dakwah di Mekah yang penuh ...

Pengertian dan Praktek Shalat Jamak Qashar

A. Pengertian Shalat Jamak Qashar Shalat jamak qashar adalah shalat dengan mengumpulkan dua waktu shalat menjadi satu waktu sekaligus serta meringkas rakaat kedua shalat itu. Misalnya shalat dhuhur dan ashar dilakukan di waktu dhuhur (jamak taqdim) masing-masing dikerjakan dua rakaat. Tetapi ketika menjamak shalat magrib dan isya, maka shalat magrib tetap dikerjakan 3 rakaat dan shalat isya 2 rakaat, sebab shalat magrib tidak boleh diqashar. Syarat shalat jamak qashar sama dengan syarat shalat jamak dan qashar. B. Praktek Shalat Jamak Qashar 1. Niat lafadh niat shalat dhuhur dijamak taqdim dan diqashar dengan ashar اُصَلِى فَرْضَ الظُّهْرِ  رَكْعَتَيْنِ  قَصْرًا جَمْعًا تَقْدِيْمًا اِلَيْهِ الْعَصْرُ لِلهِ تَعَالَى Artinya: "Saya niat shalat fardlu dhuhur dua rakaat secara qashar serta jamak taqdim dengan ashar karena Allah ta'ala lafadh niat shalat ashar dijamak ta'khir dan diqashar dengan ashar اُصَلِى فَرْضَ  الْعَصْرِ  رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا جَمْعًا ت...