Posts

Showing posts from August, 2021

Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil

Image
  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt, sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)  Ayat di atas menegaskan bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt semata, bukan karena kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau duniawi harus dikesampingkan dalam menegakkan keadilan. Bahkan jika kita bersaksi untuk kepentingan kerabat dekat, maka kita pun harus bersaksi ...

Adil

     Adil berarti memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa. Ajaran Islam menjunjung tinggi azas keadilan. Hal ini bisa difahami karena Islam membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Oleh karena itu setiap muslim wajib menegakkan keadilan dalam posisi apapun. Apalagi seorang muslim yang menjadi polisi, jaksa, hakim atau aparat hukum lainnya harus menegakkan keadilan tanpa memandang suku, agama, status sosial, pangkat maupun jabatan. Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin akan terwujud apabila setiap muslim menegakkan keadilan. Dalam sebuah hadits riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan ‘Arrahman. zaitu, orang-orang ...

Jujur

     Setiap orang mendambakan keluarga harmonis dan penuh ketenangan. Kehidupan keluarga akan harmonis jika masing-masing anggota keluarga saling menghargai dan berperilaku jujur. Kejujuran dalam keluarga merupakan pondasi awal bagi kelangsungan kehidupan di masyarakat. Masing-masing anggota keluarga berperilaku jujur satu sama lain, dalam arti berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Orang tua berkata jujur kepada anak-anaknya. Demikian pula anak berkata jujur kepada orang tua. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika masing-masing anggota keluarga tidak jujur?. Tentu akan terjadi pertengkaran dan perselisihan. Benih permusuhan akan muncul dari perilaku tidak jujur.       Anggota keluarga, baik itu ayah, ibu, adik maupun kakak memiliki hak dan tanggung jawab masing-masing. Mereka butuh kerjasama dan kekompakan dari masing-masing anggota keluarga. Kerjasama dan kekompakan ini dapat terwujud jika masing-masing berperilaku jujur. Sebagai anak ...

Dasar-Dasar Hukum Perintah Bersuci

Ayo kita cermati dengan seksama, dan temukan persamaan dan berbedaan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis dibawah ini: a) Allah Swt. berfirman: وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ”Dan bersihkanlah pakaianmu” QS. Al-Mudatstsir (74): 4 b) Dan Firman Allah Swt. : وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".   c) Nabi Muhammad Saw bersabda: Artinya: “Apabila kamu datang ke tempat saudara-saudara kamu, hendaklah kamu perintah atau perbaiki kendaraan-kendaraan dan pakaian...

Pengertian Najis

     Menurut bahasa Najis berasal dari bahasa Arab, yaitu an-najsu atau an-najisu النجس yang berarti kotor atau menjijikkan, tidak bersih atau tidak suci baik yang bersifat hissiyah maupun ma’nawiyah. Najis yang bersifat hissiyah adalah najis yang terlihat oleh mata dan dirasa oleh panca indra seperti jilatan anjing, kotoran manusia atau hewan,kencing, darah haid dan nifas. Najis yang bersifat maknawiyah adalah najis yang menodai akidah sehingga tidak dapat dilihat oleh manusia seperti Syirik dan kufur.       Menurut istilah, najis bisa diartikan suatu benda yang mengotori pakaian atau badan kita yang menghalangi sahnya ibadah kita kepada Allah. Najis adalah kotoran yang wajib oleh seorang yang terkena olehnya.       Menurut Ilmu fiqih merupakan benda yang haram disentuh secara mutlak (kecuali dalam keadaan darurat) dan harus dibersihkan apabila terkena benda najis. Najis harus dibersihkan karena menghalangi sahnya ibadah.

Terjemahan Q.S. Asy-Syams ayat 1 - 10

Q.S. As-Syams terdiri dari 15 ayat وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا 1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا 2. dan bulan apabila mengiringinya, وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا 3. dan siang apabila menampakkannya, وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا 4. dan malam apabila menutupinya, وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا 5. dan langit serta pembinaannya, وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا 6. dan bumi serta penghamparannya, وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا 7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا 9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا 10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا 11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا 12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, فَقَالَ لَهُمْ رَسُ...

Kisah orang Shaleh menjadi penghuni neraka akibat minuman keras

 Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Barseso. Dia beribadah di suraunya selama tujuh puluh tahun dan tdak pernah bermaksiat sedikitpun. Lalu iblis ingin menggoda dengan tpu muslihatnya, maka pada suatu saat dia mengumpulkan para pembesar setan dan berkata, ͞Adakah di antara kalian yang mampu menghancurkan keimanan Barseso͍͟ Setan puth berkata kepada Iblis, ͞Saya sanggup merusaknya.͟ Lalu ia berangkat ke tempat Barseso dengan mengenakan pakaian ulama serta mengenakan sorban di atas kepalanya.      Setan mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi tamu dan menyapa Barseso. Barseso tdak bergeming, dia tetap melanjutkan ibadahnya. Tatkala setan tak mampu mengambil perhatan Barseso, maka dia berpurapura beribadah di teras surau itu. Maka setelah Barseso selesai dari ibadahnya, dan ingin beranjak keluar, dia melihat di teras surau ada seseorang yang tampil sepert ulama yang sedang beribadah dengan khusyuk. Lalu Berseso b...

Hikmah Ibadah Kurban

Ibadah kurban selain bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperoleh ridha-Nya, juga sebagai ibadah sosial dengan menyantuni kaum lemah. Ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan serta menjadi bukti pengorbanan yang di dasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Diantara hikmah berkurban sebagai berikut: 1) Bersyukur kepada Allah Swt. atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya. 2) Menghidupkan syariat Nabi Ibrahim As. yang patuh dan tegar terhadap perintah Allah Swt. 3) Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati mau membelanjakan hartanya dijalan Allah Swt. 4) Menjalin hubungan kasih sayang antar sesama manusia terutama antara yang kaya dan yang miskin. 5) Sebagai mediator untuk persahabatan dan wujud kesetiakawanan sosial.  6) Ikut meningkatkan gizi masyarakat. 

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

 1. Hewan yang akan dikurbankan dibaringkan ke sebelah kiri rusuknya dengan posisi mukanya menghadap ke arah kiblat, diiringi dengan membaca doa:  رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah kiranya qurban kami ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui 2.  Penyembelih meletakkan kakinya yang sebelah di atas leher hewan, agar hewan itu tidak menggerak-gerakkan kepalanya atau meronta. 3.  Penyembelih melakukan penyembelihan, sambil membaca:  بِسْمِ اللَّهِ اَللّهُ اكْبَرُ Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar Dapat pula ditambah bacaan shalawat atas Nabi Muhammad Saw. Para saksi pemotongan hewan kurban dapat turut membaca takbir ( اَللّهُ اكْبَرُ) 4.  Penyembelih membaca doa kabul (doa supaya kurban diterima Allah) yaitu: (sebutkan nama orang yang berkurban) ...اَللّهُمَّ مِنْكَ وَاِلَيْكَ اَللَّهُمَّ مِنْ Artinya: Ya Allah, ini adalah dari-Mu dan akan kembali kepada-...

Air Suci tapi tidak menyucikan

Air Suci tapi tidak menyucikan adalah air yang halal diminum, tetapi tidak sah jika untuk bersuci. Air ini sekalipun suci, tetapi tidak dapat dipergunakan untuk menghilangkan hadats. Termasuk dalam kategori air ini adalah air suci yang tercampur benda-benda suci lain dan hilang nama airnya secara mutlak. Contoh air suci tetapi tidak menyucikan antara lain sebagai berikut : a. Air buah-buahan (air kelapa)  b. Air yang dikeluarkan dari epohonan (nira)  c. Air suci yang tercampur benda-benda suci lain (air teh, air kopi)  Dalam kata lain, air suci tapi tidak menyucikan adalah air itu tidak najis boleh digunakan untuk keperluan yang lain, tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci seperti wudlu atau mandi wajib.

Q.S. Ali-Imran ayat 159

  فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ Artinya: " Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Q.S. An-Najm: 39 - 40

  وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ Artinya:  (39 ) " dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (40)  dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (41)  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, (42)  dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

Q.S. Az-Zumar ayat 53

 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ Artinya: " Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" .

ISI KANDUNGAN QS. AL-FAJR (89): 15-18, Makna Infak dan Sedekah

     Infak berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai yang berhubungan dengan perintah-perintah Allah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia infak adalah pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan. Sedangkan menurut istilah, infak adalah mengeluarkan atau memberikan sebagian dari harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam.       Infak berbeda dengan zakat, infak tidak mengenal istilah nisab dan jumlah yang ditentukan secara hukum tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan penerimanya pun tidak ditentukan sebagaimana zakat. Infak dapat diberikan kepada mustahik zakat dan selain mustahik zakat seperti keluarga dan kerabat, bahkan untuk membiayai kebutuhan diri sendiri.    .  فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَر...

Menghindari Minuman keras

Image
 Tahukah kalian bahwa Allah Swt menghendaki kebaikan hidup orang mukmin. Setiap perintah dan larangan Allah dimaksudkan untuk mengatur kehidupan orang beriman supaya mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Di antara contoh perintah tersebut adalah perintah untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal. Contoh larangan Allah Swt adalah larangan mengonsumsi makanan dan minuman yang haram. Allah Swt menghalalkan segala jenis makanan dan minuman yang mendatangkan manfaat. Sebaliknya, Allah Swt mengharamkan segala jenis makanan dan minuman yang mendatangkan madharat.      Pada kedua ayat ini Allah Swt menegaskan larangan-Nya terhadap minum khamr (minuman keras), berjudi, mempersembahkan kurban untuk patung-patung, dan mengundi nasib (meramal).      Secara tegas Allah melarang orang beriman mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram. Di antaranya adalah Allah mengharamkan minuman keras (khamr). Firman Alllah SWT: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ...

Kandungan Q.S. Al-Muthoffifin/83 ayat 1 - 17

    Kata Al-Muthoffifin mempunyai arti orang-orang yang curang. Kata Al-Muthoffifin diambil dari ayat pertama. Surah  Al-Muthoffifin tergolong surat Makiyah dan terdiri atas 36 ayat.     Surat  Al-Muthoffifin ayat 1 - 17 memiliki beberapa isi kandungan sebagai berikut:     1. Ayat 1 - 6 menjelaskan tentang ancaman Allah SWT. terhadap orang-orang yang berbuat curang ketika berjual beli. Bentuk kecurangan tersebut bisa dengan mengurangi atau menambah takaran. Perbuatan terlarang akan mendapatkan balasan siksa dari Allah. Ketika semua manusia dibangkitkan untuk dihisab segala amalnya.     2. Ayat 7 - 9 menjelaskan bahwa segala bentuk kecurangan akan tersimpan dalam buku catatan amal yang bernama Sijjin. Para ulama tafsir menyebutkan bahwa Sijjin merupakan kitab yang merangkum segala amalan manusia, baik yang kecil atau besar, dan tidak ada satupun amalan manusia yang luput darinya.     3. Ayat 10 - 13 menjelaskan bahwa pelaku kecu...

Sunnah dalam Menyembelih Hewan Kurban

Image
Hal-hal yang disunnahkan saat menyembelih hewan kurban adalah: a. Hewan kurban hendaknya disembelih sendiri jika orang yang berkurban itu laki-laki dan mampu menyembelih, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis berikut: Artinya: “ Dari Anas Ra. beliau berkata: “Rasulullah Saw. berkurban dengan 2 ekor kambing yang putih dan bertanduk, beliau menyembelih dengan tangannya sendiri dengan membaca basmalah dan takbir serta meletakkan kakinya pada leher kambing tersebut. ” (HR. Al-Bukhari).      Apabila pemilik kurban tidak bisa menyembelih sendiri sebaiknya diserahkan pada orang alim dan ahli dalam melakukan penyembelihan. Kemudian orang yang berkurban dianjurkan ikut datang meyaksikan penyembelihannya. b. Disyariatkan bagi orang yang berkurban bila telah masuk bulan Zulhijjah untuk tidak memotong rambut dan kukunya hingga hewan kurbannya disembelih. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.:      Artinya: “Dari Ummu Salamah ...

Waktu dan Tempat Penyembelihan Hewan Kurban

 a. Waktu yang sah untuk menyembelih hewan kurban adalah      1) Pada hari raya Idul Adha, yaitu tanggal 10 Zulhijjah setelah shalat Idul Adha. Hal ini berdasarkan riwayat dari al-Barra’ bin Azib Ra., ia berkata:      Artinya: “ Rasulullah Saw. berkhutbah kepada kami pada hari nahr (hari raya kurban) setelah shalat, beliau bersabda: “barangsiapa yang shalat seumpama kami shalat dan menyembelih seumpama kami menyembelih (yaitu setelah shalat), maka sungguh ia telah benar, dan barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu daging kambing biasa (bukan kurban). ” (HR. Al-Bukhari).      2) Pada hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijjah (sebelum Maghrib). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.:      Artinya: ” Jubair bin Mut’im Ra. bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda “Setiap hari tasyriq adalah waktu untuk menyembelih hewan kurban. ” (HR. Al-Baihaqi) b. Tempat menyembelih sebaiknya dekat dengan...

Ketentuan Hewan Kurban

 Jenis hewan yang boleh digunakan untuk berkurban adalah dari golongan Bahiimatu al-An`aam, yaitu hewan yang diternakkan untuk diperah susunya dan dikonsumsi dagingnya yaitu, unta, sapi, kerbau, domba atau kambing. Seekor kambing atau domba hanya digunakan untuk kurban satu orang, sedangkan seekor unta, sapi atau kerbau bisa digunakan untuk kurban tujuh orang. Sedangkan hewan yang yang paling utama untuk berkurban secara berurutan adalah unta, sapi/kerbau dan kambing/domba. Adapun syarat hewan kurban adalah sebagai berikut:      a. Cukup umur, yaitu:           1) Unta berumur 5 tahun memasuki enam tahun.           2) Sapi dan kerbau berumur 2 tahun memasuki tiga tahun.           3) Kambing berumur 2 tahun yang memasuki tiga tahun.           4) Domba berumur 1 tahun dan memasuki dua tahun.      b. Tidak dalam kondisi cacat, yaitu: ...

Dasar Hukum Kurban

Kurban hukumnya sunnah mu’akkad bagi orang Islam yang mampu. Hukum berkurban bisa menjadi wajib jika dalam bentuk kurban karena nazar atau janji. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa hukum kurban adalah wajib. Mereka menggunakan dasar hukum dari hadis Rasulullah Saw. sebagai berikut: Artinya: “ Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami ” (HR. Ahmad).  Namun menurut jumhur ulama Syafi’iyyah bahwa hukum kurban adalah sunnah mu’akkad bagi yang mampu dan memenuhi syarat. Dalam pandangan Islam orang yang telah mampu tetapi tidak melaksanakan kurban maka dikategorikan orang yang tercela bahkan sangat dibenci oleh Rasululah Saw. sebagaimana firman Allah Swt.:  Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar [108]: 1...

Pengertian Kurban

 Kata Kurban (قربان.(berasal dari bahasa Arab “Qariba -Yaqrabu –Qurbanan” yang berarti dekat. Maksudnya mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan mengerjakan perintah-Nya. Sedangkan dalam pengertian syariat, kurban ialah menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu yang dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.      Bagi umat Islam, kurban adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt. bahkan sejak Nabi Adam As. sudah ada syariat kurban. Hal ini dapat diketahui dari kisah Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam As. di mana kurban salah satu dari mereka tidak diterima karena unsur ketidakikhlasan. Demikian juga dengan peristiwa Nabi Ibrahim As. dan putranya yang bernama Ismail As. Keduanya merupakan hamba Allah Swt. yang taat dan pantas untuk diteladani, karena keikhlasan dalam mengabdikan diri mereka kepada Allah Swt melalui ibadah kur...

Cara menyembelih binatang dalam keadaan ghairu maqdur alaih

 Binatang yang termasuk ghairu maqdur alaih adalah binatang buruan dan binatang ternak yang karena suatu hal menjadi liar atau sebab darurat lain yang dihukumi seperti binatang buruan. binatang dalam keadaan seperti ini maka disembelih dibagian manapun dari tubuhnya dengan menggunakan benda tajam atau alat apapun selain tulang dan gigi yang dapat mengalirkan darah dan mempercepat kematiannya.     Contohnya, kita mempunyai kerbau yang ketakutan, dan menjadi berbahaya jika didekati sehingga tidak mungkin untuk disembelih dengan cara sempurna (maqdur alaih), maka solusinya kita boleh menyembelihnya dengan cara menyayat bagian tubuh mana saja yang terjangkau dengan menyebut nama Allah.

Cara menyembelih binatang dalam keadaan maqdur alaih

Cara menyembelih binatang dalam keadaan maqdur alaih (dapat disembelih bagian pangkal lehernya) dan ghairu maqdur alaih (tidak dapat disembelih lehernya karena sesuatu hal) berbeda pelaksanaannya.       a. Cara menyembelih hewan dalam keadaan maqdur alaih :           1) Secara Tradisional                a) Menyiapkan terlebih dahulu lubang penampung darah                b) Peralatan untuk menyembelih disiapkan terlebih dahulu.                c) Mengasah pisau penyembelihan tanpa sepengetahuan hewan yang akan disembelih.                d) Menjauhkan hewan yang akan disembelih jauh dari hewan lainnya.                e) Binatang yang akan disembelih dibaringkan menghadap ke arah kiblat dan lambung kiri berada di bawah. ...

Kedudukan Air Dalam Bersuci

Air Suci dan Menyucikan (Sebagai Alat Bersuci)      Tahukah kamu, terbagi menjadi berapa bagian air untuk bersuci? Alat yang paling utama untuk bersuci adalah air. Namun tidak semua air dapat digunakan sebagai alat bersuci. Untuk mengetahui air yang dapat digunakan bersuci, maka kita harus mengetahui air di tinjau dari pembagiannya dan ditinjau dari segi hukum penggunaannya. Secara garis besar, alat yang dapat digunakan untuk thaharah ada dua mcam, yaitu air dan benda-benda selain air (benda padat). Air merupakan alat thaharah yang utama. Meskipun demikian, tidak semua air dapat kita gunakan untuk thaharah.  Namun tidak semua air dapat digunakan untuk bersuci, seperti air kopi, teh, atau air yang terkena najis. Berikut adalah air yang suci dan menyucikan:     1. Air Hujan   وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ Artinya: ”Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu ” (QS. Al-Anfal (8): 11.) ...

Dasar Hukum Thaharah (Bersuci)

 A. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:   إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ Artinya: “ Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri .” (QS. Al-Baqarah (1): 222) B. Allah Swt. juga berfiman: فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ Artinya: “ Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih. ” (QS. Al-Taubah (9): 108) C.  QS. Al-Maidah (5) : 6 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَ...

Pengertian Thaharah

Image
     Thaharah menurut bahasa berarti bersuci. Menurut istilah thaharah adalah membersihkan diri, pakaian, tempat dan benda-benda lain dari najis dan hadats menurut cara-cara yang ditentukan oleh syari'at Islam.     Bersuci menempati kedudukan yang penting dalam ibadah. Setia orang yang akan mengerjakan shalat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu berthaharah, seperti berwudhu, tayamum atau mandi.      Semua perbuatan membersihkan di atas bukanlah bersuci dalam pengertian fikih. Dilihat dari sifat dan pembagiannya bersuci dapat dibedakan menjadi dua bagian :     1.  Bersuci Lahiriyah           Bersuci lahiriyah (hissiyah) yaitu meliputi kegiatan bersuci dari najis dan hadats. Contoh: membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan dari segala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah ada dua yaitu:          a.  Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersih...

Berapa kali Nabi Ibrahim a.s. di Mekah

     Sejarah tentang Nabi Ibrahim a.s. memang sangat menarik untuk dipelajari. Karena dari beliau turunlah generasi-generasi penerus beliau sebagai para Nabi termasuk Nabi Muhamad SAW merupakan keturunan Nabi Ibrahim a.s. sehingga beliau disebut sebagai Anbul Anbiya (Bapak para Nabi). Nabi Ibrahim a.s. pernah ke Mekah saat beliau mengantarkan anak dan isterinya untuk tinggal di Mekah atas perintah Allah SWT. Namun, berapa kali Nabi Ibrahim datang ke Mekah? Kita simpulkan dari beberapa sejarah yang terkenal, yaitu Nabi Ibrahim a.s. pernah ke Mekah sebanyak 5 kali:     1. Saat Nabi Ibrahim mengantarkan anak dan isterinya ke Mekah     2. Saat Nabi Ibrahim akan mengorbankan anaknya (Isma'il)     3. Saat menjenguk Isma'il namun hanya bertemu dengan isterinya yang pertama,     4. Saat menjenguk Isma'il juga hanya bertemu dengan isterinya yang kedua     5. Saat menjenguk Isma'il dan akhirnya mereka berdua bertemu, kemudian mening...

Kandungan Q.S. Ar-Rohman ayat 33

Image
     Isi kandungan Q.S. ar-Rahman/55: 33 sangat cocok untuk kalian pelajari karena ayat ini menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mengetahui benda-benda langit. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat menjelajahi angkasa raya. Dengan ilmu pengetahuan, manusia mampu menembus sekat-sekat yang selama ini belum terkuak. Hebat, bukan?      Manusia diberi potensi oleh Allah Swt. berupa akal. Akal ini harus terus diasah, diberdayakan dengan cara belajar dan berkarya. Dengan belajar, manusia bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang baru. Dengan ilmu, manusia dapat berkarya untuk kehidupan yang lebih baik. Nabi Muhammad SAW bersabda: Artinya: “Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam ” (H.R. Ibn Majah) Tentang pentingnya menuntut ilmu, Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan juga menegaskan: Artinya: “ Barang sia...

Q.S. Ar-Rohman ayat 33

Image
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ Artinya: " Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Q.S. ar-Rahman/55: 33)     

Kandungan Q.S. Al-Mujadilah ayat 11

 Menjelaskan keutamaan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Kalau Q.S. ar-Rahman/55:33 menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan, maka ayat ini menegaskan bahwa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.       Mengapa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya? Sudah tentu, orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dibanding orang yang tidak berilmu.       Ayat ini juga menjelaskan tentang berlapang-lapanglah kalian ketika berada di dalam majelis (tempat mencari ilmu). Yakni apabila kita berada di tempat menuntut ilmu, baik itu di kelas, masjid, maj lis taklim dan lain sebagainya, kita harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk sama-sama ...

Tajwid dalam Q.S. Al-Mujadilah: 11

Image
     Tajwid adalah ilmu untuk mempelajari tata cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, terutama tentang keluarnya huruf ( makhorijul huruf), baik huruf yang bertanda baca panjang maupun tanda baca pendek. Tajwid juga ilmu untuk mengetahui bacaan dengung ( ghunnah ), bacaan jelas ( idhhar), bacaan alif lam yang dibaca jelas (alif lam Qomariyah ), alif lam yang dibaca idghom atau dimasukkan ke huruf berikutnya (alif lam Syamsiyah ), dan yang lainnya. Di antara hukum bacaan tajwid yang terdapat pada Q.S. Al-Mujadilah: 11 adalah sebagai berikut. 1. Alif Lam Syamsiyah Suatu lafadh mengandung bacaan “Al” (ال) syamsiyah apabila terdapat “Al” (ال) diikuti salah satu dari 14 huruf hijaiyah berikut ini. ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن Cara membaca: (ال) semacam ini harus diidgamkan. Maksudnya bunyi huruf lam hilang dan melebur ke dalam huruf berikutnya. Karena cara membacanya diidgamkan, maka sering disebut dengan idgham syamsiyah. Sedangkan dalam penulisannya h...

Tata Cara Penyembelihan

      Ada dua macam cara dalam menyembelih binatang, yakni cara yang sempurna dan tata cara yang sah tetapi tidak sempurna. Penyembelihan binatan yang sah yang menjadikan binatang sembelihan halal dimakan ialah penyembelihan yang memenuhi rukun-rukun dan syarat yang sah. Jika penyembelih ingin mendapatkan pahala yang sempurna, maka dia harus memerhatikan kesunahan-kesunahan dalam penyembelihan. Berikut tata cara dan tahapan menyembelih binatang yang sempurna.        1. Menyebut nama Allah dengan membaca kalimat basmalah               Hukum membaca basmalah dalam hal ini sunnah dalam madzhab Syafi'i sehingga tidak membaca basmalah baik disengaja maupun lupa, tidak memengaruhi kehalalan sembelihan karena Allah SWT. menghalalkan sembelihan Ahli Kitab mesekipun mereka tidak menyebut nama Allah pada saat menyembelih. Allah berfirman: وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ...

Tata Cara Sujud Tilawah

      Cara melakukan sujud tilawah dalam shalat adalah sebagai berikut:     1. Dimulai dengan turun untuk sujud sambil membaca takbir     2. Sujud sekali sambil membaca doa sujud tilawah     3. Berdiri sambil membaca takbir     4. Melanjutkan bacaan surah hingga selesai

Tata Cara Sujud Syukur

    Dalam praktik pelaksanaannya terdapat perbedaan dan persamaan antara sujud syukur dengan sujud tilawah. Perbedaannya adalah sujud syukur hanya dilakukan di luar shalat, sedangkan sujud tilawah dapat dilakukan baik dalam shalat maupun di luar shalat. Sujud syukur dilakukan tidak ada keharusan untuk menghadap kiblat dan tidak diharuskan dalam keadaan suci badan, pakaian, dan tempat dan hadats. Dalam melakukannya, yaitu harus dalam keadaan suci dan menghadap kiblat. Persamaan sujud syukur dan sujud tilawah sama-sama dilakukan hanya sekali saja.     Untuk lebih memahami materi tentang sujud syukur dan sujud tilawah ini, berikut akan kita pelajari lebih lanjut tentang cara pelaksanannya.     Cara melakukan sujud syukur adalah sebagai berikut.     1. Mengambill posisi duduk seperti duduk iftirasy     2. Melakukan gerakan sujud sambil membaca takbir     3. Sujud dengan membaca doa sujud tilawah atau sujud syukur    ...

Hikmah Beriman kepada Hari Akhir

      Beriman kepada hari akhir akan membawa banyak hikmah. Di antaranya sebagai berikut:     1. Selalu berusaha berperilaku baik dan beramal shaleh          Manusia yang beriman kepada hari akhir akan selalu berusaha beramal shaleh kepada sesama manusia. Manusia yang beriman kepada hari akhir akan sadar bahwa segala amal perbuatanyya selama di dunia akan mendapatkan balasan di akhirat kelak.     2. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.          Manusia yang beriman kepada hari akhir akan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepda Allah. Manusia yang beriman kepada hari akhir menyadari bahwa dengan mendekatkan diri kepada Allah, Allahpun akan dekat dengannya. Tetapi sebaliknya, manusia yang jauh dari Allah, Allah pun akan jauh darinya.     3. Senantiasa beristighfar atau mohon ampun kepada Allah          Manusia yang beriman kepada hari akhir akan selalu takut ke...